Archive for Agustus 2013

Download Anime: AKB0048 First Stage [Subtitle Indonesia]

Download Anime: AKB0048 First Stage [Subtitle Indonesia]




Type: TV

Episodes: 13

Status: Finished Airing

Aired: Apr 29, 2012 to Jul 22, 2012

Producers: Satelight, Starchild Records, Magic Capsule, AKB0048 Production Committee, 



GANSIS

Genres: Music, Sci-Fi

Duration: 23 min. per episode
Rating: PG-13 - Teens 13 or older
Synopsis
AKB0048 First Stage - In the beginning of the 21st century, a world war breaks out over interplanetary travel tech. The environment is pretty much destroyed so mankind leaves Earth, settling on other planets, and starts Star Calendar 00. Entertainment and songs become heavily regulated and eventually banned on several planets due to their power to move people, but a brave idol group puts on guerrilla performances in these systems in the name of a famous act from earlier times that sang to Earth's bitter  end, AKB48. Famous throughout the galaxy, the group's name is AKB0048. This story centers around a group of girls from various planets, some where entertainment  is banned and some, where it is not, striving to become great idols and join AKB0048. Therefore, they participate in the entrance exam and eventually become undergraduates,

aiming to someday succeed the current members of the group.


Link Download AKB0048 First Stage
[Subtitle Indonesia]
Episode 1
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD
Episode 2
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD

Episode 3
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD
Episode 4
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD

Episode 5
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD

Episode 6
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD

Episode 7
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD

Episode 8
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD

Episode 9
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD

Episode 10
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD

Episode 11
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD

Episode 12
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD
Episode 13 END
3gp: TF
Mp4: TF ~ HD

Apa itu JKT48?


Kalangan yang baru mengenal JKT48 pasti bertanya-tanya, apakah JKT48 itu? Bagaimana sejarah pembentukannya? Apakah JKT48 itu girlband ? Kalau bukan, apa bedanya dengan girlband-girlband yang kini menjamur di Indonesia?

JKT48 (baca : jekeiti forty eight) adalah sebuah grup idola (idol group) yang dibentuk oleh Produser sekaligus pencipta lagu yang sudah sangat terkenal di Jepang, Akimoto Yasushi. Akimoto adalah produser dari 48 family yang beranggotakan grup idola AKB48 (Akihabara, Tokyo), NMB48 (Namba, Osaka), SKE48 (Sakae, Nagoya), HKT48 (Hakata, Fukuoka), sister group pertama di luar Jepang yaitu JKT48 (Jakarta, Indonesia) dan yang kedua adalah SNH48 (Shanghai, Cina). Seluruh anggota 48 family berbasis idol group.

Apakah idol group itu?

Idol group adalah konsep seperti sebuah Akademi Keartisan. Setiap anggota yang berhasil lolos audisi yang ketat akan dididik untuk menjadi seorang idola yang multi talenta. Tak hanya menyanyi dan menari, namun juga akting, public speaking, membawakan acara, dan sebagainya. Seperti layaknya sebuah Akademi, 48 family juga mengenal istilah graduate (lulus). Lulusnya seorang anggota idol group dari 48 family ditentukan oleh Akimoto sendiri, apakah sudah layak diluluskan atau tidak, atau bisa saja dari keputusan si anggota tersebut, misalnya ingin fokus ke pendidikan atau ingin melanjutkan sebagai penyanyi solo. Graduate juga bisa diterapkan kepada seorang anggota yang melanggar golden rules dari 48 family (tentunya diluluskan secara tidak hormat). Golden Rules dari 48 family adalah :
  1. Dilarang merokok dan minum-minum
  2. Dilarang berpacaran
  3. Dilarang ke diskotik
  4. Jika bepergian harus didampingi pengawal/wali
  5. Tidak boleh membubuhkan tanda tangan di sembarang tempat (kecuali di merchandise resmi 48 family)
  6. Pendidikan tetap yang utama
  7. Dilarang memakai pakaian yang mencolok dan make up tebal
Graduate/lulusnya seorang anggota idol group 48 family juga disambut dengan Upacara Kelulusan yang diikuti seluruh anggota idol group tersebut, dan anggota yang lulus juga mendapat sertifikat kelulusan dari Akademi 48 family, yang menandakan ia telah siap untuk menapaki karir sendiri tanpa embel-embel 48 family.

Konsep ini jelas berbeda dengan Boyband/Girlband pada umumnya, yang dilatih hanya untuk menyanyi dan menari, merilis album, dan menghibur lewat tarian dan nyanyian. Menjadi bintang iklan dan akting di sebuah film/sinetron bagi mereka hanyalah aji mumpung setelah mereka terkenal, berbeda dengan anggota idol group yang memang dibentuk untuk menjadi seorang multi talenta.

Boyband/girlband sebenarnya adalah pemahaman yang salah dari penikmat musik Indonesia. Di negara kita, sekumpulan gadis cantik atau pemuda tampan yang membentuk grup musik dan bernyanyi bersama pasti disebut boyband atau girlband. Istilah ini datang dari barat atau western sejak tahun 90-an, karena saat itu sedang demam boyband asal dunia barat, sebut saja Westlife, Backstreet Boys, N'sync, dan lain-lain. Sekarang setelah bertahun-tahun dunia boyband/girlband sempat meredup, Indonesia mulai demam boyband/girlband lagi dengan Negeri Ginseng alias Korea Selatan sebagai kiblatnya. Girlband/boyband yang mengikuti konsep "mentah" dari idola-idola Korea pun menjamur, dan mereka bangga disebut Boyband dan Girlband. Padahal itu adalah kesalahmpahaman yang sangat fatal

Mengapa? Karena pada dasarnya semua grup musik dance di Asia tidak pernah ada sejarahnya disebut boyband/girlband, baik anggotanya pria atau wanita, sebutan grup musik dance di Asia adalah idol group. Idol group dan boyband/girlband (dalam hal ini tentu saja yang ada di dunia barat sana) beda secara konsep, selain yang telah dijelaskan di atas, perbedaan idol group dan boyband/girlband juga terdapat dalam gerakan dancenya. Gerakan tarian idol group lebih rumit dan atraktif, beda dengan boyband/girlband barat yang jarang melakukan tarian, bahkan lebih sering hanya display (pengaturan posisi) saja.

JKT48 pun muncul sebagai pemugar industri musik Indonesia, dengan berusaha memperkenalkan konsep grup musik dance khas Asia yaitu idol group. Ini terlihat jelas dengan selalu membantahnya member JKT48 jika disebut girlband, dan selalu menegaskan mereka adalah idol group. Secara tidak langsung pernyataan mereka sedikit menyindir boyband/girlband lokal dan juga masyarakat yang masih salah paham dengan sebutan boyband/girlband.

Bisa dibilang, sebelum JKT48 berdiri, Indonesia belum punya konsep grup musik dance yang jelas, yang ada hanya grup musik yang ikut-ikutan konsep Korea Selatan dan bangga disebut boyband/girlband, padahal musisi kebanggaan mereka (dan juga pecinta Korea di Indonesia) seperti Super Junior, SNSD, Big Bang, dll di negara asalnya disebut Idol Group juga.

Perbedaan mendasar lainnya adalah sistem tim. Idol Group memiliki sistem tim, untuk 48 family tiap grup dibagi menjadi 3 tim dengan nama sesuai dengan tiga huruf yang membentuk nama grup mereka, misalnya SKE48 dibagi menjadi tim S, tim K, dan tim E. Member yang belum bisa masuk tim akan dimasukkan ke dalam tim kenkyuusei (pelatihan). Tiap tim mempunyai center (seorang member yang tampil di depan saat perform) dan kapten, juga kapten pusat yang memimpin keseluruhan dari 3 tim tersebut. Saat ini, JKT48 sudah memiliki dua tim yaitu tim J yang terdiri dari 23 member generasi pertama dan tim KIII yang terdiri dari 18 member generasi kedua (formasi lengkapnya akan dijelaskan nanti)

Karena anggota grup idola 48 family sangat banyak, maka di 48 family dikenal istilah senbatsu election, yaitu pemilihan member yang berhak untuk sering tampil di publik, baik itu video klip, performance, dan sebagainya. Pemilihan tersebut dilakukan oleh fans, dengan syarat membeli CD singel/album orisinal.

Satu lagi perbedaan idol group asal Jepang dan Korea Selatan. Idol group Korea, setelah dilakukan audisi, mereka akan ditempa dengan latihan dan persiapan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum akhirnya siap tampil di industri musik, sehingga masing-masing anggotanya sudah dituntut untuk ahli dan matang sejak pertama kali tampil. Idol Group Jepang berbeda, setelah audisi dan terbentuk sebuah grup idola, tidak lama kemudian mereka akan melakukan debut. Mereka akan menghibur sambil belajar, sehingga para fans bisa melihat perkembangan mereka, dari tidak mahir menjadi mahir, dari malu-malu hingga bisa percaya diri. Semakin berkembang mereka, fans akan semakin banyak. Inilah konsep dari 48 family, tumbuh dan berkembang bersama fans

Akimoto membentuk AKB48 yang berbasis di Akihabara, Tokyo, Desember 2005 silam.

Akimoto Yasushi

Dengan konsep idol you can meet everyday (idola yang dapat kau temui setiap hari), AKB48 tampil hampir setiap hari di sebuah teater yang disebut AKB48 Gekijou di distrik Akihabara. Perjuangan AKB48 di awal karir sangatlah berat, mereka harus menyebar brosur untuk mengundang orang-orang agar mau menonton penampilan mereka di AKB48 Gekijou, dan mereka harus bersabar ketika brosur yang mereka sebarkan dibuang begitu saja di depan mereka, dan mereka harus menerima ketika hanya beberapa penonton saja yang menyaksikan penampilan mereka. Namun dengan latihan keras, mental yang terus terasah lewat penampilan hari ke hari di teater mereka, mereka bisa membuat hits single dan album-album yang total penjualannya mencapai dua puluh juta kopi lebih, dan menjadi terkenal di seluruh Asia bahkan dunia hingga saat ini.

Setelah AKB48 sukses, Akimoto membuat sisters group dari AKB48, yaitu NMB48, SKE48, dan HKT48. Ketiga grup idola ini tetap mengadaptasi konsep dari 48 family, yaitu dengan tampil di teater mereka masing-masing hampir setiap hari, menelurkan hits single dan album, dan diharapkan mengikuti kesuksesan dari AKB48.

JKT48 sendiri terbentuk berawal dari pengumuman yang dilakukan di sebuah event AKB48 di Prefektur Chiba, 11 September 2011. Akimoto menyebut JKT48 sebagai "first overseas project of 48 family" (Proyek 48 family pertama di luar Jepang). Audisi pun dilakukan juga pada bulan tersebut, diikuti oleh sekitar 1.200 peserta, dan melahirkan para finalis yang diseleksi lagi pada Audisi final 8-9 Oktober 2011, dan akhirnya terpilih 28 orang sebagai anggota JKT48 generasi pertama (tujuh orang mengundurkan diri). Ke dua puluh satu anggota generasi pertama JKT48 adalah :
  1. Melody Nurramdani Laksani
  2. Shania Junianatha
  3. Ayana Shahab
  4. Rena Nozawa
  5. Stella Cornelia
  6. Sonia Natalia
  7. Rezky Wiranti Dhike
  8. Ghaida Farisya
  9. Sendy Ariani
  10. Jessica Vania Widjaja
  11. Jessica Veranda Tanumihardja
  12. Nabilah Ratna Ayu Azalia
  13. Delima Rizky
  14. Frieska Anastasia Laksani
  15. Beby Chaesara Anadila
  16. Gabriella Margareth Warouw
  17. Cindy Christina Gulla
  18. Rica Leyona
  19. Diasta Priswarini
  20. Sonya Pandarmawan
  21. Devi Kinal Putri
Sedangkan tujuh anggota yang mengundurkan diri adalah Intania Pratama Ilham, Siti Gayatri, Fahira Al Idrus, Allisa Astri, Cleopatra Djapri, Neneng Rosdiana dan Allisa Galliamova (untuk mengetahui mengapa mereka memutuskan untuk graduate klik disini)

JKT48
Member JKT48 generasi pertama (tim J)

Setelah diperkenalkan pertama kali pada 2 November 2011, JKT48 telah membuat banyak gebrakan, seperti menjadi duta promosi pariwisata yang dilakukan Garuda Indonesia di Bandara Narita, Jepang; membuat Video Clip Heavy Rotation (belum resmi ditayangkan di televisi namun sudah bisa ditonton via Youtube), debut tampil di TV nasional tanggal 17 Desember 2011 di acara 100% Ampuh Global TV, hingga lima kali konser di Jepang bersama sister group mereka, pertama kali di Kouhaku Uta Gassen Desember 2011, yang kedua di Saitama Super Arena 23-25 Maret 2012, ketiga adalah konser AKB48 no Yume 1830 m Tokyo Dome, 24-26 Agustus 2012, keempat di AKB Kouhaku Taikou Uta Gassen 2012 pada tanggal 17 Desember 2012, bertepatan dengan ulang tahun JKT48 yang pertama; dan yang kelima konser bersama 48 family di Nippon Budoukan, 28 April 2013

JKT48 juga telah membintangi sejumlah iklan televisi komersial, diawali dari iklan Pocari Sweat yang membuat mereka banyak dikenal orang, lalu diikuti iklan Rakuten (Situs jual beli online), Yamaha Mio J, Laurier, Biore, Pocky, dan IM3. Mulai 15 April 2012 JKT48 juga memiliki acara televisi sendiri, yaitu JKT48 School yang tayang di Global TV (acara ini sudah tamat 3 Juni 2012 lalu, untuk menonton semua episodenya silakan klik disini)

Sejumlah gebrakan diatas membuat JKT48 menjadi fenomena. Dalam waktu hanya satu setengah tahun, JKT48 sudah mempunyai 60 lagu cover, dua belas diantaranya adalah cover single yaitu Heavy Rotation, Aitakatta, Kimi no Koto ga Suki Dakara, Ponytail to Shushu, Baby! Baby! Baby!, Gomen ne, Summer, Namida Surprise, RIVER, Mirai no Kajitsu, Sakura no Shiori, 1! 2! 3! 4! Yoroshiku! dan satu lagu yang judulnya sama dengan grupnya, JKT48. Sedangkan 48 lagu lainnya adalah lagu yang mereka nyanyikan di teater, yaitu setlist Pajama Drive (pementasannya sudah berakhir), Renai Kinshi Jourei dan Boku no Taiyou

Konsep teater JKT48 pada awalnya juga bersifat temporer (sementara). Mereka mementaskan teater 4 kali dalam sebulan di lokasi sewaan yang berpindah-pindah. Teater pertama bulan Mei 2012 di Nyi Ageng Serang, Kuningan, dan teater bulan Juni & Juli di Pasaraya Grande, Blok M. Kini, JKT48 sudah punya teater sendiri di f(X) Lifestyle X'enter lantai 4, Senayan, Jakarta Selatan, yang mulai dibuka tanggal 8 September 2012. Dengan adanya gedung teater ini, JKT48 menjadi musisi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang punya gedung pertunjukan sendiri. Diharapkan dengan tampil rutin di teater mereka sendiri, JKT48 bisa lebih berkembang, mengikuti kesuksesan kakaknya yaitu AKB48

Pada 3 November 2012, atau sehari setelah satu tahun terbentuknya generasi pertama JKT48, generasi kedua JKT48 terbentuk. Sejak 13 Agustus 2012, pendaftaran untuk generasi kedua JKT48 dibuka hingga 31 Agustus 2012, dan menampung 4.500 pelamar, hampir 4 kali lipat dari pelamar generasi pertama JKT48. Setelah melakukan berbagai seleksi dan audisi, akhirnya 31 finalis mengikuti audisi final di Tokyo pada 3 November 2012 di depan produser 48 family, Akimoto Yasushi, dan beberapa pihak AKS lainnya, dan yang mengejutkan adalah 31 finalis ini semuanya lolos menjadi member generasi kedua JKT48! Sayangnya sebelum debut, Althea Calista dan Nurhalima Oktavianti mengundurkan diri. Olivia Robberecht juga mengundurkan diri 3 bulan setelah debut karena masalah kesehatan.

Berikut 28 member generasi kedua JKT48
  1. Alicia Chanzia
  2. Annisa Athia
  3. Cindy Yuvia
  4. Della Delila
  5. Dellia Erdita
  6. Dena Siti Rohyati
  7. Dwi Putri Bonita
  8. Fakhriyani Shafariyanti
  9. Intar Putri Kariina
  10. Jennifer Hanna
  11. Jennifer Rachel Natasya
  12. Lidya Maulida Djuhandar
  13. Nadhifa Karimah
  14. Nadila Cindi Wantari
  15. Natalia
  16. Noella Sisterina
  17. Novintha Dhini
  18. Octi Sevpin
  19. Priscillia Sari Dewi
  20. Ratu Vienny Fitrilya
  21. Riskha Fairunissa
  22. Rona Anggraeni
  23. Saktia Oktapyani
  24. Shinta Naomi
  25. Sinka Juliani
  26. Thalia
  27. Thalia Ivanka Elizabeth
  28. Viviyona Apriani

JKT48
Member JKT48 generasi kedua

Mulai 1 November 2012, JKT48 juga mendapatkan kehormatan yaitu ditransfernya dua member AKB48 ke JKT48, yaitu Aki Takajo (Akicha) dan Haruka Nakagawa (Haruka). Dua "kakak kelas" ini memutuskan pindah ke JKT48 karena ingin mendapat tantangan baru dan mengembangkan potensi diri. Kejutan ini sudah dimulai sejak pengumuman yang mencengangkan di konser AKB48 no Yume 1830 m di Tokyo Dome, 24 Agustus 2012. Saat itu Togasaki Tomonobu, manajer teater AKB48, mengumumkan perombakan tim besar-besaran dalam tubuh 48 family, dan ternyata Akicha dan Harusan termasuk dalam perombakan ini. Setelah melakukan berbagai persiapan, termasuk tentunya belajar bahasa Indonesia, tanggal 1 November 2012 Akicha dan Harusan resmi menjadi member JKT48. Program study abroad ini berlangsung antara 6 bulan - 1 tahun.

JKT48
Profil Aki Takajo dan Haruka Nakagawa

Dengan terpilihnya 29 member generasi kedua JKT48 dan ditransfernya dua member AKB48 ke JKT48, maka sampai saat ini JKT48 memiliki 51 member.

Prestasi JKT48
Dari 51 member ini, 41 member telah dinyatakan menanggalkan status kenkyuusei dan tergabung dalam tim J yang terbentuk tanggal 23 Desember 2012 dan tim KIII yang terbentuk tanggal 25 Juni 2013. Member yang tergabung dalam tim J adalah seluruh 21 member generasi pertama yang telah disebutkan sebelumnya, ditambah Aki Takajo dan Haruka Nakagawa. Kapten tim J adalah Devi Kinal Putri. Sedangkan tim KIII terdiri dari :

- Alicia Chanzia
- Cindy Yuvia
- Della Delila
- Dwi Putri Bonita
- Intar Putri Kariina
- Jennifer Hanna
- Lidya Maulida Djuhandar
- Nadila Cindi Wantari
- Natalia
- Noella Sisterina
- Octi Sevpin
- Ratu Vienny Fitrilya
- Riskha Fairunissa
- Rona Anggreani
- Shinta Naomi (Captain)
- Sinka Juliani
- Thalia
- Viviyona Apriani


Adapun member lainnya masih berstatus kenkyuusei (member pelatihan)

Tentunya harapan besar ada di pundak seluruh elemen JKT48, untuk menjadikan proyek pertama 48 family di luar Jepang ini sukses. Para fans sudah tidak meragukan lagi manajemen 48 family yang begitu profesional, dan bukan tidak mungkin JKT48 akan terkenal di seluruh dunia.




MISTERI LAGU JKT48 HIKOUKIGUMO!


Lagu ini bercerita tentang pasangan kekasih yg berlibur, dan menaiki pesawat. Salah seorang dari mereka tewas terkena benda tajam. Dan seorang lagi masih hidup. Kira2 yg hidup itu perempuan, yg tewas itu laki-laki.

Ini faktanya berdasarkan lagu Hikoukigumo :
Melupakan belokan masa depan : maksudnya adalah ingin kembali ke masa lalu bersama sang kekasih yg tewas.

Dan juga melupakan saat itu : melupakan kalau sang kekasih tewas.

Sayonara, kau bisikkan, expressi mu saat itu. Sinar mentari tak sampai cinta itu tlah layu dan gugur : sang kekasih yg tewas membisikkan sayonara, perpisahan dengan expresi wajah pucat nya.. Seperti mentari yg tak mampu menyinari, maka cinta mereka hancur.

Prasaan siapa yg, masih ada tanpa mampu menoleh kebelakang : sang perempuan tidak ingin menoleh kebelakang mengingat masa lalu kekasihnya yg tewas.

Seperti cakar tajam menusuk, meninggalkan bekas tipis, luka baru, dengan tatapan kosong diriku memandang : sang laki2 yg tewas karena tertusuk benda tajam. Sang laki2 hanya menatap sang perempuan itu dengan kosong.

Kucing yg lewat entah dari mana, kita bersama : kucing iti berwarna hitam. Kucing itu menunjukkan jelmaan laki-laki yg tewas itu.

Yg dicoreti oleh anak2 jalanan aspal. Melangkahi ssemua kenangan, suatu tempat kita berdua mungkinkah bertemu lagi : mereka bertemu kembali di Akhirat/Surga .

Dirimu yg telah meninggalkan kesedihan : laki2 itu meninggal tak kembali lagi.

Saputangan putih yg dilambai-lambai kan member JKT48 : mengartikan "mendadahi laki2 yg sudah berada di langit, danenghiasi jejak awan pesawat"

makanya baju Hikoukigumo itu tudak dibuat/dirancang. Paling pakai baju lagu yg lain, atau baju putih JKT48 dan celana pendek.

[Download] JKT48 Cover By Rookie Boom



"Rookie Boom" mungkin bagi Fans JKT48 sudah tidak asing lagi. Berkecimpung di dunia "cover" lagu JKT48, yang mungkin membuat nama mereka menjadi terkenal, dan menimbulkan kesan "fans yang kreatif, tidak monoton, amazing".

 Berikut link download lagu JKT48 yang di cover oleh Rookie Boom :


[Cover] Rookie Boom - Hikoukigumo [Download]
[Cover] Rookie Boom - Medley cover [Download]
[Cover] Rookie Boom - Futari Nori No Jitensha [Download]
[Cover] Rookie Boom - Aitakatta [Download]
[Cover] Rookie Boom - Shonichi [Download]
[Cover] Rookie Boom - Ponytail to Chou-chou [Download]

Theater dan Bunga Misteri (part 3)



sumber : http://www.janganbacaya.blogspot.ca/ 

"...tak terlihat bukan berarti tak nyata"


Postingan yang ini sedikit-banyak ada keterkaitan dengan postingan sebelumnya. Ya, di bagian akhir saya sempat mengutip sedikit percakapan dengan orang wardrobe, dan di sini saya akan mencoba menjelaskan maksudnya. Masih seputar JKT48 Theater beserta para penghuninya. Tapi penghuni yang ini agak berbeda.

Mungkin yang akan dibahas nanti sedikit di luar nalar, jadi saya nggak maksa untuk pada percaya. Anggep aja ini sebagai info tambahan dan gambaran, kalau sebetulnya kita semua itu lagi diawasi oleh - entah siapa dan di mana.




*** 




Coba, yang ngaku dirinya Wota atau Woti atau Sasuga, Sekaimen, apalah itu; kalian pernah tau asal-usul ruang JKT48 Theater? Kayaknya hampir semua orang yang saya tanya soal ini pasti pasang wajah bingung, alias nggak ngerti. Bahkan para petinggi-petingginya juga cuma mengeryitkan dahi pas iseng saya tanya.

Jadi ruangan apa yang akhirnya disulap sedemikian rupa menjadi JKT48 Theater? Kalau ada yang tau, mungkin nanti bisa sedikit berbagi info lewat kolom comment di bawah. Karena terus terang, saya sendiri sebelum terjerat tali-tali Idoling ini hampir nggak pernah ke FX. Cuma beberapa kali dan itu juga cuma sebentar. 

Berangkat dari rasa penasaran yang bisa dibilang nggak penting ini, saya nyoba cari info. Orang yang saya tanya pertama kali udah pasti si "bapak". Beliau emang belum lama kerja di situ, tapi sebagai orang yang cukup sering jaga dan nginep di Theater, pasti ada beberapa pengalaman yang "menarik". 

"Terus terang saya juga nggak tau, Mas Yudi. Tapi ini menurut saya, lho. Gini, kalau menurut saya, kayaknya di sini itu ada semacam aura yang sifatnya menarik, Mas. Karena gini, saya perhatikan orang yang baru pertama dateng, pasti besoknya bakal dateng terus.". Saya dengerin sambil ngangguk-ngangguk. 

Kata-kata si bapak, meskipun bisa dianggap kebetulan, tapi rasanya bener juga. Sementara ini anggaplah kalau mereka itu ketagihan sama penampilan para member. Logikanya, sering ketemu = jadi bosen. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, sering ketemu = makin nagih. Padahal, ya yang ditampilkan juga nggak relatif sama. 

"Hmm... Iya juga, ya. Tapi bapak pernah ngerasa ada yang aneh-aneh, nggak? Kan bapak udah beberapa kali nginep sini.", saya coba melempar umpan. "Saya terus terang nggak pernah liat sih, Mas. Tapi yang lainnya, sih katanya sering denger-denger dan liat. Nggak tau juga, sih. Saya buktinya tidur, ya enak-enak aja."

"Tapi Mas Yudi pernah merhatiin, nggak? Kayaknya yang Gen-2 itu kalau dibandingin sama yang Team J kalah jauh, ya?". Saya terus terang agak kaget ditanya kayak gitu. Soalnya waktu itu saya baru berapa kali nonton KKS, jadi belum tau, apalagi kenal gimana mereka. "Yah, kan mereka masih baru, pak. Wajar, sih. Nanti juga berubah lama-lama.", saya jawab sekenanya.




*** 




Beberapa kali saya liat jam, udah cukup malem. Untungnya waktu itu saya naik sepeda, jadi nggak bingung mikirin gimana pulangnya. Dari topik yang udah terbentuk, saya coba masuk lebih dalem lagi. "Pak, kemarin bapak liat si ****** pas lagi perform? Yang tiba-tiba dia masuk backstage dan akhirnya nggak balik ke stage sampe akhir?", pancingan kedua masuk.

"Oh, iya saya liat, Mas. Itu kenapa ya? Mas Yudi tau?", tanya si bapak. Ternyata umpannya malah mental ke saya. "Kemarin, sih saya tanya ke anu katanya dia ketempelan, pak. Dan katanya udah cukup sering kejadadian.”. Si bapak agak diam pas denger kata-kata saya. Diamnya si bapak seolah menunjukkan kalau emang ada sesuatu di belakang sana.

Marilah kita lompat ke beberapa hari setelah percakapan saya sama si bapak terjadi. Malem itu kebetulan saya lagi pulang bareng sama temen saya yang orang staff. Kita ceritanya mau makan dulu sebelum balik. Pas lagi asik makan ada satu orang staff lagi yang nyusul, saya kenal juga, sih. Dia ikutan mesen makanan dan ngobrol bareng. 

Dia tiba-tiba nyeletuk, “Eh, kemarin si ****** kenapa lagi itu? Kok kayaknya dia sering banget kena, ya?”. Saya diam, menanti tanggapan dari temen saya dulu. Temen saya jawab, “Yah, ini juga lagi dibahas. Pas banget lo dateng.”. Denger respon begitu saya jadi pengen nyambung juga. “Hmm… Jadi gini, katanya salah satu CASS, di situ emang kayak ada semacam aura. Baik, sih tapinya. Tapi ga tau juga, deh…”

Si anu nimpalin, “Serius lo? Kalau emang ada masa kita-kita nggak dikasitau. Gw rasa bukan itu, deh. Soalnya kalau emang ada yang kayak gitu pasti semua staff dikasitau.”. Saya diam lagi sambil dengerin. Temen saya nyambung, “Eh, tapi pasca kejadian itu si botak langsung ngebersihin semuanya, lho! Malem itu juga langsung manggil orang.”. Wow! Saya agak kaget dengernya. Ternyata sampe seserius itu kasusnya.




*** 




Balik lagi ke obrolan saya sama orang wardrobe yang saya ceritain di akhir postingan sebelumnya. Ya, si mbak-mbak dua ini kaget kenapa saya bisa tau soal ******. “Dia emang ada keturunan bisa liat kayak gitu, mbak. Kalau nggak salah dari ayahnya. Yang saya denger, sih gitu.”. Mereka ngangguk-ngangguk sambil bergumam nggak percaya. “Iya, mas. Dia sering banget, lho kayak gitu. Kita udah serem aja kalau dia begitu. Teriak-teriak, marah, ngelawan. Takut sendiri jadinya.”. Saya cuma senyum. 

Balik lagi ke obrolan kaki lima. Saya iseng tanya ke mereka, “Emang kalian berdua yakin nggak ada ritual khusus sebelum mulai show? Yah, apa gitu… Atau mungkin ada ruangan yang nggak boleh dimasukin? Orang Jepang, kan terkenal sama gitu-gitunya.”. Mereka semua menengadah, melihat ke atas untuk mencari jawaban. Lalu si anu jawab, “Kalau ritual, sih palingan do’a bareng. Nggak ada yang aneh-aneh.”. Tapi temen saya nyaut, “Eh, tapi ada, deh satu ruangan yang nggak boleh dimasukin sama siapapun, termasuk sama yang orang-orang Jepang itu.”

Lucunya lagi, ternyata yang sering ketempelan itu nggak cuma satu orang. Ada member lain selain ****** yang jadi langganan ditempelin sama penghuni Theater. “Si **** juga sering tau, yud. Coba aja lo perhatiin, deh. Mungkin kalau di stage nggak terlalu keliatan. Tapi di backstage dia suka senyum-senyum dan nyengir sendiri. Orangnya suka bengong, sih! Kadang sampe diingetin biar nggak bengong tapi tetep aja.”. Jadi ngebayangin, kalo sekitar 16 member yang tampil waktu itu ketempelan massal, kira-kira bakal jadi apa, ya? 

Dan ada kejadian yang cukup unik. Saya selalu ngingetin satu hal; sebelum, di pertengahan atau setelah lagu Hikoukigumo pasti ada beberapa member yang tiba-tiba collapse. Biasanya di lagu Ano koro no Sneaker mereka balik lagi, tapi ada yang “langganan” nggak balik, bahkan sampai sesi Hi-touch. Dan kejadian ini nggak cuma sekali – dua kali, lho. Pernah waktu itu dalam seminggu ada kejadian kayak gini hampir di semua show RKJ. Gantian aja yang kena, penyebabnya juga macem-macem. Pantaslah kalau saya dkk menjuluki Hikoukigumo itu lagu keramat.




*** 




Jauh setelah semua percakapan di atas, saya dan #van bahkah sempat melihat sendiri kehebohan yang terjadi karena penghuni Theater yang satu ini. Waktu itu kalau nggak salah abis Event Handshake kita berdua masih nonton bola di tv layar super lebar yang ada di F4. Lagi asik-asiknya nonton, tiba-tiba ada yang keluar dari pintu staff. Keluarnya pun bukan keluar gitu aja, tapi sambil nangis-nangis. Mau nggak mau kita langsung ngeliat ke arah mereka. 

Si member ini keluar dan langsung disusul sama tiga orang staff, salah satunya temennya temen saya yang di atas tadi saya sebutin. Mereka lagi ngebujuk dan menenangkan tangisnya si member ini. Dan nggak lama akhirnya mereka pada masuk lagi. Kita berdua cuma liat-liatan aja. #vans ngira ada kericuhan di dalam, tapi saya nggak sependapat. Soalnya saya tau apa yang sebetulnya terjadi. Cuma waktu itu saya masih belum mau cerita. 

Sebetulnya agak susah mencari pembenaran logika untuk persoalan kayak gini. Tapi biar gimanapun semua tempat pasti punya misteri dan rahasianya sendiri. Kalau saya harus menarik sebuah logika, yang muncul di kepala saya adalah, area backstage yang sempit, dihuni oleh sekitar 20 perempuan. Tergesa dengan waktu, jadi selalu ditinggal dalam keadaan berantakkan dan nggak terurus. Belum lagi kalau mereka lagi period time. Yah, kalian faham maksud saya, lah. 

Sampai saat ini kejadian di atas emang masih terjadi sekitaran backstage aja. Entahlah apa jadinya kalau semua sampai melebar ke arena fans. Agak nggak lucu kalau pas lagi berlangsungnya show tiba-tiba seisi ruangan pada ketempelan semua. Bukan nggak mungkin, sih. Mengingat di dalem Theater sendiri kondisinya lebih sering gelap-gelapan, agak berdebu, sering kotor dan bikin sumpek.




*** 




Jadi tanpa kita sadari, di antara riuhnya chanting dan member call, ada mereka, para penghuni lain yang memperhatikan kesibukan kita. Bersembunyi di lipatan-lipatan tirai yang hanya terbuka saat siang hari. Mungkin mereka terlalu merasa kesepian, hingga kadang terpaksa menunjukkan kehadirannya di hadapan orang yang kurang tepat dan berakhir dengan kekacauan. 

Kadang memang diperlukan sedikit rasa nggak percaya untuk menghindari halusinasi berlebih. Karena ketika kita percaya, maka kita telah mengizinkan otak kita berfikir bahwa semua yang dilihat dan didengar itu benar adanya. Karena kembali lagi, semua hanya akan berakhir di obrolan pinggir jalan. Dan kadang dari sanalah semua informasi berawal dan bisa dikumpulkan.

Theater dan Bunga Misteri (part 2)



sumber : http://www.janganbacaya.blogspot.ca/ 
"...permainan ini terlalu menyenangkan"


Kalau yang udah pernah baca judul serupa sebelumnya, judul yang ini emang sambungannya. Mungkin dari isinya agak berbeda, tapi masih membahas kejadian-kejadian di JKT48 Theater dan sekitarnya. Selalu ada sesuatu yang menarik untuk diangkat dari tempat ini dan kelakuan para penghuninya.

Agak gatal rasanya baca isue yang berkembang pesat di b-log pusat. Ya, beberapa hari lalu nama “Golden Boy” kembali muncul di permukaan. Sebelumnya – entah kapan, nama ini cukup eksis, dan kemudian menghilang. Sebenarnya apa, sih yang bikin doi jadi pusat perhatian?




***




Okay, kemarinan lagi populer istilah “Mafia Theater”. Apaan, sih itu? Kalau saya, sih ngartiin secara singkat, yaitu orang yang suka seenaknya sendiri di Theater. Seenaknya ngapain? Ya ngapain aja, mulai dari urusan tiket, kursi, beli photo pack (PP), merchandise. Yang model begini ini pantesnya diseret rame-rame keluar Fx.

Saksi mata udah banyak. Banget malahan. Dan saya sendiri juga pernah liat dengan mata-kepala sendiri kelakuan si Golden Boy ini. Cuma saya nggak puas kalau cuma denger dari para fans – yang kebetulan para korban juga. Mulailah saya mengumpulkan data dan fakta. Dari siapa? Siapa lagi kalau bukan dari orang yang terkait.

Kemarin diniatin pulang malem, bukan untuk Demachi, tapi untuk bisa “ngobrol” sama si bapak yang di cerita saya sebelumnya. Pertanyaan pertama melipir-melipir dulu cari celah. Ternyata kali ini nggak perlu lama-lama soalnya si bapaknya udah faham. Lalu munculah percakapan itu.

“Maksud Mas Yudi yang kalau pake topi ke atas itu, kan? Saya juga nggak suka sama dia. Gayanya sok banget!”. Saya cuma nyengir sambil ngangguk-ngangguk aja. Biar makin panas, saya sengaja mancing dengan bilang, “Saya kalau ketemu dia sendirian di luar area Fx, udah saya hajar itu, Pak!”.

Saya cerita soal kecurangan yang sering dia lakuin, terutama urusan tiket dan kursi. Kalau untuk urusan tiket, si bapak ini nggak begitu tau ternyata. “Kalau untuk urusan tiket terus terang saya nggak gitu tau, Mas. Cuma yang saya tau, dia selalu beli yang hijau, pake kartu pelajar.”. Kontan pernyataan itu menimbulkan pertanyaan untuk saya. Kartu pelajar tahun berapa yang dipakai?

“Waktu itu saya sempat liat, sih tahun 94, Mas. Cuma sama orang ticketing-nya dibiarin, yaudah.”. Mehh… Tahun 94. Berarti umur dia sekarang sekitar 18 – 19 tahun. Lagipula bukannya yang berlaku itu kartu pelajar yang tahun 95 ke atas? Kecurangan pertama terbukti sudah. Si Bapak pun komentar lagi, “Saya sebetulnya juga heran, Mas. Tapi karena didiemin, ya saya juga nggak bisa apa-apa.”.




***




Selain si Golden Boy ini, ternyata masih ada 1 – 2 orang yang entah dengan sengaja atau gimana, melakukan pelanggaran. Saya dan beberapa teman saya menjuluki dia si orang Jepun. Dia ini rajin banget dan kayaknya nggak pernah absen Theater, seenggaknya untuk yang show RKJ.

Berhubung dia (kayaknya) WNA, jadi dia bisa tiga kali apply tiket, OFC FAR, OFC, dan General. Bukan ini yang jadi masalah, tapi soal tagging kursi. Semua terjadi ketika orang ini ikut di antrian WL. Seinget saya waktu itu hari Minggu, pas ada sign event OFC. Logikanya, WL itu masuk paling akhir, dan pastinya dapet tempat paling belakang. Tapi orang ini bisa duduk di row tiga, tempat khusus pemegang tiket FAR.

Beberapa temen saya cerita, terutama yang posisinya nggak jauh dari orang Jepun ini pas kejadian berlangsung. Saya coba cross-check sama si Bapak, dan ceritanya emang cocok. Jadi orang Jepun ini udah “titip” kursi sama temennya, di mana temennya beli dua tiket; satu untuk dia, satu lagi untuk anaknya. Nah, begitu orang Jepun ini masuk, anaknya dipangku, dan kursinya dikasih ke si orang Jepun. Pihak security juga nggak bisa menindak, soalnya si anak punya tiket. Punya tiket = dapet jatah kursi.

“Kalau udah di dalem gitu suka diperiksain lagi nggak sih, Pak? Terutama yang suka pindah-pindah dari biru ke hijau atau sebaliknya. Terus yang ngedudukin bangku FAR juga.”. Sambil nunggu si Bapak jawab, tiba-tiba saya kefikiran; di dalem, kan gelap. Mau diperiksa juga kayaknya nggak keliatan warna tiketnya. “Sebetulnya kalau ada yang protes kita pasti tindak, Mas. Cuma kalau untuk kemarin, ya itu tadi. Kita nggak bisa apa-apa karena si anaknya ada tiket juga.”.

“Padahal sebetulnya kalau mau dapet Bingo pertama gampang aja caranya, Mas. Sampeyan minta sama mbak ticketing-nya jangan ditulis nomer. Terus sampeyan bawa spidol merah, nanti pas dipanggil yang pertama berapa, buru-buru sampeyan tulis. Tapi kalau dikasih sama mbak ticketing-nya, lho.”, kata si Bapak sambil ngerokok.




***




“Untuk urusan ticket terus terang saya nggak berani, Mas. Soalnya salah satu temen kita udah ada yang dipecat gara-gara soal ini. Kejadiannya baru aja, Sabtu kemarin kalau nggak salah.”.Saya kontan langsung tanya siapa yang dipecat dan kenapa. Si Bapak jawab, “Si S, Mas. Padahal dia masih baru di sini. Dan sebetulnya bukan salah dia juga, sih. Kasian saya sebetulnya.”.

Abis panjang lebar si Bapak cerita, saya sepakat kalau emang bukan si Mas S yang salah. Dia Cuma jadi korban nasib sial yang kebetulan lewat aja. Oia, saya sendiri juga cukup deket sama si Mas S ini. Dia cukup asik dan baik. Saya nggak mungkin lupa jasa dia yang udah mempertemukan saya dan teman saya sama Oshi.

"Kalo bagian ticketing yang dulu emang ada, Mas. Parah banget itu. Orang mau masuk main disuruh masuk aja. Dia bantuin tapi untuk dirinya sendiri, maksudnya masuk kantong sendiri.". Denger si Bapak bilang gitu, saya nggak bisa bayangin berapa besar kerugian JOT karena orang ini. "Gila ya, Pak. Saya faham, sih segimana pengennya mereka nonton. Cuma apa harus kayak gitu? Kadang suka kasian dan heran aja.".

Waktu udah sekitar jam 12, saya dan si Bapak masih anteng duduk di depan Theater. Suasana yang beda banget kalo dibandingin saat antrian verif dan Bingo berlangsung. Saya nyeletuk lagi, "Terus urusan tiket gitu apa pihak JOT juga tau? Mereka ada ngelakuin tindakan apa gitu, nggak?". Si Bapak jawab, "Oh, Mas Yudi coba aja lapor sama Mbak P atau Mas F. Nanti pasti bakal diproses sama mereka. Soalnya setiap kali ada keluhan gitu, pasti bakal dibahas di rapat.".

"Mbak P sendiri juga bilang kalo dia punya mata-mata dari fans. Jadi dia sebetulnya cukup update sama keadaan di sini.", lanjut si Bapak. Cukup jitu, menempatkan mata-mata – yang mungkin juga Wota, di antara Wota lainnya. Dan soal dibahas di rapat, saya kurang faham rapat seperti apa, siapa yang menghadiri dan dilakukan di mana. Dan kenapa saya nggak menemukan kotak saran di area Theater?

Tiba-tiba si Bapak lanjut ngomong lagi. Yang ternyata isinya menjawab rasa penasaran soal aktivitas ilegal di depan mata saya beberapa minggu lalu. “Kalau photo pack saya bisa, Mas. Tapi, ya jujur aja, saya minta bagian untuk jasa juga. Banyak yang titip, Mas. Katakan beli lima pack, minta Melody sekian, Nabilah sekian. Pokoknya tinggal dicatet aja.”.

Saya bengong, jujur aja pengen juga kayak gitu, hahahaha… Seolah tahu isi fikiran saya, si Bapak nerusin lagi, “Nanti saya tinggal bilang sama anak merchandise mau milih foto. Yaudah, sama mereka disuruh ambil sendiri.”. Sayangnya si Bapak nggak nyebutin berapa "tarif" yang harus dibayar untuk memakai jasanya. Saya mau tanya juga nggak enak, hahahaha...




***




Saya pribadi males komentar, ya kalo untuk urusan PP. Soalnya menurut saya itu nggak terlalu ngaruh. Mau dapet PP-nya siapa, tinggal ikutan trading aja. Modal dengkul sama SKSD doang, kok. Asal sabar pasti bisa dapet PP yang dicari. Kadang emang nggak bisa sehari langsung dapet, sih. Saya aja butuh waktu dua kali nge-trade sampe dapet formasi PP yang bener-bener sreg.

Cuma kalo untuk urusan tiket dan kursi, rasanya emang cukup krusial dan pantas diperdebatkan. Apalagi ada yang bilang kalo beberapa orang sering "ngekor" sama orang tua member untuk bisa masuk Theater gratis. Ah, gimana saya harus berkomentar di kasus yang ini? Apa emang hal itu udah lumrah, mengingat status mereka sebagai orang tua member?

"Iya, Mas. Beberapa emang ada yang begitu. Tapi sekali lagi saya kurang tau untuk urusan ticketing. Biasanya yang ngurus ticket untuk orang tua member itu Mas F. Dan memang betul ada jatahnya.", ujar si Bapak. "Tapi saya sering denger dan liat, ada salah satu orang tua member yang suka ngajak orang lain masuk. Saya nggak tau, sih itu siapa.", saya mencoba memancing. "Waktu itu saya sempat denger, dia ngomong kalo itu sodaranya. Tapi saya juga nggak tau, mas.".

Jadi enak, ya kalo deket sama orang tua member. Bisa nebeng bareng masuk Theater, nggak bayar. Tinggal bilang kalo mereka sodara atau kolega, beres semuanya. Nggak heran kalo beberapa waktu lalu menyeruak banyak kasus zombie yang nggak minta diwaro sama member, tapi sama orang tuanya.

Lain tiket Theater, lain lagi tiket untuk event OFC. Untuk yang satu ini temennya temen saya yang kena sialnya. Niat mau beli beberapa tiket, tapi dibilang sama orang merchandise udah abis. Giliran si Golden Boy yang dateng, pesen lima tiket, dikasih. Yah, katanya, sih doi ngasih harga lebih. Tapi terus terang itu nyebelin. Apalagi kejadiannya terang-terangan di depan mata.




***




Selalu dan selalu ada istilah orang dalam. Tentunya kekonyolan dalam cerita di atas hanya sebagian kecil dari semua yang terjadi. Satu hal yang pasti, banyak orang yang membutuhkan jasa mereka, tapi lebih banyak orang yang membenci. Dan setiap semua show berakhir, mereka mulai membuka jubah dan topengnya. Berjalan menuju lift dengan terburu dan menghilang dari area Theater. Kapan semuanya terkuak? Mungkin nanti – suatu saat, yang tak akan pernah kita tahu.


Hampir jam satu malam, dan saat saya mau pamit tiba-tiba dua orang wardrobe keluar dari dalam Theater. Rupanya mereka yang ditunggu si Bapak. Pas lagi absen mereka sempat bercanda, "Lho, belum pulang, Pak? Awas, lho nanti digangguin, hahahaha...". Kata-kata terakhir mereka menarik perhatian saya. Dan hasrat untuk memancing pun keluar, "Digangguin kayak kejadian beberapa hari lalu, Mbak?". Mereka ngeliat saya dengan tatapan bingung. "Iya, Mas. Masnya tau? Bisa liat, ya?". Saya cuma senyum.

- Copyright © Blognya Fans JKT48 - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -